Ini Penyebab Pantai di Jepang Memutih karena Ditutupi Tulang Ikan
![]() |
| Pantai tulang ikan di Hakodate.* Photo: Youtube |
Bentangan pantai kota Hakodate, Prefektur Hokkaido Jepang, baru-baru ini dijuluki sebagai “Pantai Tulang Ikan” setelah ditutupi lapisan tebal tulang ikan.
Desember tahun lalu, ribuan ton ikan mati terdampar di pantai Hokkaido, peristiwa itu banyak yang menghubungkan dengan pelepasan air limbah nuklir PLTN Fukushima. Tetapi karena lokasinya sejauh 600 mil, beberapa pakar menyebut teori tersebut palsu.
Sekitar 80 persen ikan mati tersebut adalah ikan sarden dan selebihnya spesies ikan kecil lainnya seperti mackerel. Tulang ikan tersebut menutupi kawasan sepanjang 1,5 km di pantai Hakodate.
Akibat banyaknya tulang ikan membuat pantai tersebut benar-benar menjadi kuburan ikan.
Televisi Jepang baru-baru ini menayangkan kawasan pantai sepanjang 400 meter di Hakodate dari jauh seperti diselimuti dengan salju.
Tetapi setelah di-zoom, tampak jelas bahwa salju tersebut sesuatu yang sepenuhnya berbeda, lebih mengerikan, karena berupa lapisan tebal tulang ikan putih.
Para pakar mengatakan bahwa tulang-tulang tersebut akan menjadi sulit untuk dihilangkan, ketika bercampur dengan pasir yang terus menerus terbawa air.
Pada 4 Januari lalu, sekitar sebulan setelah terjadi insiden ikan mati di Hakodate, jumlah tulang ikan menumpuk terbawa air laut ke pantai, dan sebulan kemudian, seluruh pantai pun ditutupinya, sehingga mendapat julukan “Pantai Tulang Ikan”.
Seperti dilansir laman Oddity Central, otoritas setempat sepertinya tidak berencana untuk menghilangkan tulang-tulang ikan tersebut, karena suhu rendah di kawasan tersebut, tidak ada bau busuk menyengat.
Namun, mereka berencana untuk memonitor situasi ketika suhu mulai meningkat, untuk mengamati bila tulang-tulang itu mulai mengeluarkan bau busuk.
Para pakar Jepang percaya bahwa kematian sarden yang tidak biasa ini disebabkan oleh migrasi yang tidak normal. Saat suhu turun di perairan timur Hokkaido, gerombolan besar sarden dan ikan kecil lainnya bergerak menuju selatan, di mana mereka diburu oleh lumba-lumba.
Saat sarden berkumpul dalam kelompok besar, dipercaya ikan ini menjadi begitu banyaknya di beberapa kawasan yang menyebabkan kekurangan oksiden di dalam air.***
Sumber: Oddity Central

Comments
Post a Comment